WELCOME TO Al Ashriyyah Nurul Iman Blogspot ASSALAMUALAIKUM , This Blog will Gift information about all activity . like : , education entrepreneurship Word , and activity Al Ashriyyah Nurul Iman Al Ashriyyah Nurul Iman pimpinan As Syekh Habib Saggaf Bin Mahdi Bin Abu bakar this blog dibawah naungan mymedia-4.blogspot.com Location Nurul Iman Street No 1 Ds Waru jaya Parung Bogor

Selasa, 07 September 2010

Biografi Guru Besar Al-Asriyyah Nurul Iman Parung

(Abah) Habib Saggaf bin Mahdi bersama Ummi Waheeda


Pesantren merupakan sebuah institusi pendidikan yang memadukan sistem pendidikan modern dan tradisional. Tugas kemasyarakatan kepesatrenan tidak mengurangi arti dan makna tugas keagamaan yang menyebarkan nilai-nilai keagamaan demi kemaslahatan ummat. Fungsi sosialnya menampilkan kepekaan hidup dalam menghadapi berbagai persoalan ummat seperti kemiskinan, membangun silaturhmi, mengurangi angka kebodohan serta menciptakan budaya hidup yang sehat. Lembaga pendidikan ini memadukan Agama dan Umum.

Perpaduan ini secara kongkret diterapakan di Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, yang terletak di Desa Waru Jaya, Parung, Bogor. Seperti juga Pesantren-pesatren lain, tujuan pendidikan di Pesantren ini adalah terbentuknya Manusia yang memiliki kesadaran setinggi-tingginya akan bimbingan Agama Islam yang bersifat menyeluruh dilengkapi kemampuan setinggi-tingginya untuk merespon tantangan-tantangan dan tuntutan hidup dalam konteks ruang dan waktu, baik lingkup nasional maupun global.

Pesantren Nurul Iman bermula dari kegiatan sosial-keagamaan di saat Indonesia dilanda krisis pangan Tahun 1998. implikasi dari krisis tersebut mengundang keprihatinan banyak kalangan yang memberikan bantuan beras lalu dibagi-bagikan kepada masyarakat termasuk di Waru Jaya, Bojong Sempu, Iwul, Tegal Sari dan sekitarnya yang disiarkan langsung oleh salah satu Stasiun TV Swasta. Pembagian beras itu berlangsung selama enam bulan.


Habib Saggaf bin Mahdi

Pada saat yang sama Assyekh Habib Saggaf bin Mahdi bin Assyekh Abubakar, seorang tokoh masyarakat setempat yang akrab dipanggil Abah, meminta Anak-anak sekolah datang kerumahnya untuk diberi uang jajan sebesar Rp.1500/anak. Di luar dugaan, yang datang cukup banyak sehingga halaman rumahnya dipenuhi anak-anak. Setiap anak diberi sarapan nasi ketan dicampur gula merah dan kelapa plus uang jajan Rp.1500. ada juga bantuan-bantuan lainnya yang diberikan oleh Abah, seperti kain kafan bagi yang meninggal dunia,bantuan yang menikah dan sebagainya.

HabibSaggaf bin Mahdi lahir di Dompu Nusa Tenggara Barat ( NTB ) Tanggal 15 Agustus 1945. jebolan Pesantren Tradisional Darul Hadist Malang, kemudian balik kampung halamannya dan mendirikan Pesantren Ar-Rahman yang hingga kini masih eksis di Dompu. Beliau Termasuk berketurunan Yaman, Kemudian Beliau melanjutkan studinya berturut-turut di Bahrain, Al-Azhar Mesir, dan Irak, lalu mengamalkan ilmunya di Makkah selama lima tahun. Sebelum kembali ke tanah air, ia sempat mengajar di Italia,Taipeh (Taiwan). Singapura, Malaysia, sampai Ke Brunei Darussalam. Sebelum pindah ke Jakarta Beliau mendirikan Pesantren Nurul Ulum Di Surabaya.

Lelaki yang selalu berjubah putih ini memiliki komitmen yang kuat untuk melahirkan SDM yang berkualitas dan profesional. Sisa hidupnya dihabiskan di dunia pendidikan. Kegiatan sosialnya di Desa Waru jaya, Parung Bogor, tahun 1998 itu, mendapat simpati masyarakat. Rumah yang dimilikinya sekarang adalah wakaf seorang dermawan bernama H.Gembong dari Blitar.

Pesantren ini pada mulanya diawali seorang santri, yaitu remaja bernama Prawoto Suwito asal Wonogiri, Solo, alumi STM yang bekerja di PT Sanyo. Pada tahun 1998 ia bermimpi ingin nyantri ke Abah dan mimpi itu langsung disampaikannya kepada Abah. Katanya, ia ingin nyantri untuk menguatkan jiwanya menghadapi kehidupan ini.
Prawoto lalu dibuatkan pondok terbuat dari kayu bambu berukuran 4x5 M sebagai pondok yang pertama di pesantren itu. Setelah itu datang lagi sekitar 25 santri, dibuat kan lagi pondok ukuran 8x5 M, datang lagi sekitar 70 santri, datang lagi, datang lagi. Santrinya bertambah terus, sedangkan kapasitas pondoknya kecil dan sempit bahkan sebagian ada yang tidur di bawah kolong. Hal ini, menggugah perhatian sejumlah dermawan, salah satu teman akrabnya Beliau adalah Bapak H. Isya Anwar dari jakarta.
Berbasis Kompetensi
Pesantren Nurul Iman didirikan 16 Juni 1998 menekankan kedisiplinan, maningkatakan kekuatan pribadi dengan ilmu Agama dan umum plus kecakapan hidup (life skills) berbasis kompetensi. Pesantren ini memadukan sistem madrasah dan sekolah umum serta pengajian kitab-kitab klasik.

Secara normatif landasan hukum pelaksanaannya mengacu pada (1) Instruksi Presiden Nomor : 1 tahun 1994 yang menegaskan bahwa “Pesantren dimungkingkan menyelenggarakan program pendidikan dasar tersendiri yang penyetaraannya dengan pendidikan dasar di setujui oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan”;(2) Kesepakatan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama Nomor : 1/U/KB/2000,tentang “Pondok Pesantren Salafiyah sebagai Pola Wajib Belajar Pendidikan Dasar”;(3) Surat Keputusan Bersama Dirjen Dikdasmen Binbaga Islam, Nomor : E/83/2000 dan Nomor : 166/C/DS/2000, tentang “Pedoman Pelaksanaan Pondok Pesantren Salafiyah sebagai Pola Wajib Belajar Pendidikan Dasar”.

Kurikulumnya memadukan sistem pendidikan Keagamaan dan umum. Sistem pembelajarannya : pengetahuan keagamaan jam 07.30-11.00, pengetahuan umum jam 14.00-16.00. pesantren yang tidak memungut biaya (baca : gratis) ini, menampung santri dari berbagai daerah seluruh Indonesia, anak-anak yang kurang mampu (secara ekonomi), anak yatim piatu dan anak-anak jalanan. Para pengasuhnya terdiri dari alumni Timur Tengah, UIN Syarif hidayatullah Jakarta, IAIN Alauddin Makassar, Universitas Indonesia dan lainnya. Mereka kebanyakan sarjana, magister dan doktoral (guru besar) yang memiliki kualifikasi yang baik.

Para santri diwajibkan menghafal Al-Qur’an ditambah keterampilan menguasai brebagai bahasa asing : Inggris, Arab, Mandarin dan Korea. Kegiatan ekstrakulikuler meliputi antara lain : latihan kepemimpinan, kepramukaan, olahraga, seni tari (tarian India, Cina, Di samping tari-tarian nasional dan daerah). Fasilitas pesantren sekarang ini antara lain : Masjid Toha, Ruangan Belajar, Ruang Belajar Baru sebanyak 38 ruangan (tahun ajaran baru ini dimanfaatkan), laboraturium bahasa dan komputer, rumah baca, buku-buku dan fasilitas olahraga. Prestasi yang disandang para santri antara lain : Juara Nasional Tae KwonDo, Juara 1 baca Kitab Se Indonesia dan hafal Al Qur’an 30 juz. Juara 1 MTQ Nasional, Kini Pesantren Nurul Iman merupakan Pesantren terbesar di kawasan Parung Bogor, dengan 14000 ( Empat belas ribu ) santri dan luas tanah 150 hektar. Jenjang pendidikan meliputi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Madrasah Diniyyah, Madrasah Tsanawiyyah, Madrasah Aliyah dan Perguruan Tinggi ( STAINI ).
Kunjungan orang tua santri hanya dibolehkan pada hari Besar Islam Tahun baru Islam, Maulid Nabi, Idul Fitri, Dll. sehingga setiap Tahunnya pesantren bukannya sepi tapi justru ramai karena banyak orang tua menjenguk anak-anak mereka. Lokasi sekitar pesantren berubah menjadi pasar kaget karena banyak pedagang memanfaatkan waktu jenguk itu. By Nurul Iman student.

5 komentar:

  1. saya ingin belajar agama lebih banyak dgn beliau. :)saya ingin sekali pindah ke ponpes ini, tapi sayangnya ortu tdk mengijinkan. :( karna lokasinya yg jauh.

    BalasHapus
  2. SAYA INGIN SEKALI BERJUMPA DENGAN HABIB SEGAF,,,

    BalasHapus
  3. Saya ingin banget masuk pondok itu saya ingin belajar agama lebih tau dalam agama dengan beliau 🤧 cita cita aku ingin banget masuk pondok Al Ashriyyah nurul iman parung- bogor tapi sayang nya blm ada uang tiara pengen banget masuk pondok itu dari dulu pengen banget masuk pondok itu pengen belajar agama dengan habib segaf lebih lanjut tau tentang agama 🙏🙏

    BalasHapus
  4. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Saya ingin banget masuk pondok itu 🤧 impian tiara pengen masuk pondok itu dari dulu sampai sekarang pengen masuk pondok itu pengen banget pengen belajar lebih giat lagi dan mencari ilmu yang banyak bersama habib segaf
    Impian tiara dari dulu pengen mondok d pondok pesantren Al Ashriyyah nurul iman parung bogor
    Impian tiara sejak dulu sampai sekarang

    BalasHapus